Fakta Novita Angie Tidak Sepakat Anak Terjun ke Dunia Entertainment


Newsindonesiaku99 - Pembawa acara sekaligus juga penyiar radio Novita Angie share narasi mengenai hari esok dua buah hatinya, Jeremi serta Jemima. Dengan jujur, dia jelaskan jika dianya cukup berat bila kelak mereka akan memutuskan ingin terjun ke dunia yang sama juga dengan dianya, entertainment. 

"To be honest saya tidak sangat kasih jika juga anak-anak ingin ke dunia entertainment. Bisa, tetapi buat jadi itu menjadi side job. Contoh, Jemima ingin jadi dokter, ya saya katakan selesain dahulu pendidikan jadi dokternya. Habis itu, jika ingin ke entertainment silahkan deh," papar ibu dua anak ini, waktu bercakap dengan HaiBunda. 

Menurut Novita Angie, dunia entertainment yang sekarang dia lakoni kurang bagus bila jadi gagasan periode panjang. Seorang mesti miliki suatu yang lebih, bila ingin bertahan di industri ini. Belum juga banyak muncul talenta baru setiap tahunnya. 

"Contoh nih, Dian Sastro ia aktris tetapi miliki modal degree pun, kan mantap. Sebab industri ini tuch tidak long lasting," papar wanita yang akrab dipanggil Angie ini. 

Novita Angie bersukur Jemima memang kurang tertarik untuk ikuti langkah sang ibu serta berkemauan jadi dokter. Disebutkan Angie, dia serta sang suami akan lakukan apa, bahkan juga menyekolahkan anaknya dimana-mana asal anak-anaknya serius dengan cita-citanya. 

"Saya katakan, jika ingin dokter sekurang-kurangnya mengambil kampus seperti Kampus Indonesia, Kampus Gadjah Mada atau kuliah di luar negeri pun bisa. Ya, ia sich ingin kuliah di luar negeri tetapi masih saya jelasin konsekuensi kuliah jauh dari orangtua," lebih Novita Angie. 

Bicara masalah harapan anak, Bunda serta Bapak sempat tidak menanyakan ke anak apakah harapan mereka? Soalnya, melemparkan pertanyaan ini ke si kecil terpenting lho, Bun. 

"Bicara dengan anak-anak mengenai apakah harapan mereka, nantinya mereka ingin jadi apakah waktu besar, tidak hanya butuh, tetapi terpenting. Dengan berikut, kita dapat menolong anak menyiapkan mereka untuk kehidupan yang akan datang," kata psikolog tingkah laku serta kognitif Shane Owens. 



Dengan anak tahu cita-citanya atau akan jadi apakah mereka nantinya, sekurang-kurangnya orangtua sudah mengajari anak-anak jika mereka tinggal di penduduk yang miliki standard serta ketentuan. Hingga, untuk sampai harapan anak tidak dapat seenaknya saja sebab ada ketentuan serta etika yang harus dilihat. 

Waktu mengulas harapan anak, Shane memperingatkan janganlah jadi helicopter parents ya, Bun. Berarti, bukan bermakna mengulik apakah harapan anak maksudnya ialah menyopir anak untuk miliki harapan sesuai dengan tekad kita. Janganlah juga sangat membebaskan anak alias waktu bodo mereka ingin miliki harapan apakah, Bun.

Postingan terkait: